Synopsis
Di tengah hiruk pikuk kota Neo-Semesta, Arga yang terlihat biasa mendadak mewarisi takhta gelap setelah sebuah insiden memecahkan segel bayangan di dalam dirinya. Sejak itu, sosok entitas bernama Umbra menempel seperti bayang kedua, menawarkan kekuatan yang bisa melipat ruang, menelan cahaya, dan menyamarkan jejak. Keberadaan Arga langsung terdeteksi dua faksi yang saling bermusuhan, Ordo Fajar yang mengaku penjaga keseimbangan dan Konsorsium Malam yang mengincar tahta lama. Terdesak dan diburu, Arga harus menentukan siapa yang bisa ia percaya, sementara kota mulai retak oleh gangguan yang merembes dari celah antara dunia. Bersama Mira, peretas yang peka energi, dan Raka, eksorsis yang keluar dari garis keras, Arga belajar bahwa kegelapan bukan sekadar lawan cahaya, melainkan bahasa rasa takut dan keinginan yang belum selesai. Saat gerhana langka mendekat, gerbang ke Ranah Noctis akan terbuka dan perebutan legitimasi memanas. Untuk mencegah kehancuran dua dunia, Arga harus berhenti menjadi pelarian dan berdiri sebagai penguasa yang memimpin, bukan mendikte. Pilihan yang ia ambil pada malam gerhana akan menentukan apakah kegelapan menjadi pelindung atau penjarah.